Ashanti - Baby

Free Music Online
Free Music Online

free music at divine-music.info

Friday, May 20, 2011


TUGAS MAKALAH
PROFESI KEPENDIDIKAN
PROFESI DAN KODE ETIK KEGURUAN SERTA CARA MENGASAH OTAK KANAN
Dosen Pembimbing : Ibnu Hajar , S.Pd., MP.


uirlo.JPG



Disusun oleh

Nama : Danar Anizar
Npm   : 106510576
Kelas :  2A

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
PEKANBARU
2011 M/1432 H

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis haturkan kehadirat Allah SWT, Yang telah memberikan rahmat,karunianya serta kelapangan berpikir dan waktu, sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan makalah ini. dengan judul Profesi Kode Etik Keguruan. Makalah ini  disusun sebagai tugas yang diberikan oleh dosen pembimbing mata kuliah "Profesi Pendidikan".
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ibnu Hajar S.Pd.,M.P yang telah mengarahkan dalam menyusun makalah ini serta kepada rekan-rekan dari semua pihak yang telah berpartisipasi didalam penyusunan makalah ini sehingga dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Penulis juga menyadari bahwa materi dan teknik yang digunakan dalam makalah ini masih memiliki beberapa kekurangan. Oleh karena itu kritik dan saran dari pembaca sangat penulis harapkan agar makalah ini menjadi lebih sempurna. Atas kritik dan sarannya diucapkan trimakasih.


                                                                                             Pekanbaru,  September 2011


                                                                                Penulis



DAFTAR ISI

KATAPENGANTAR……………………………………………………………………………………..i
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………………….ii

BAB I PENDAHULUAN
    1.1 Latar Belakang……………………………………………………………………………1
    1.2 Ruang lingkup masalah……………………………………………………………….2
    1.3 Tujuan dan Manfaat…………………………………………………………………….2

BAB II PEMBAHASAN                                                                                              
II.1 Profesi dan Kode Etik Keguruan………………………………………………………3
1. Profesi Keguruan…………………………………………………………………………..3
A. Pengertian Profesi………………………………………………………………………...3
          B. Ciri – Ciri atau karakteristik suatu porofesi…………………………………….4
          C. Syarat – Syarat profesi…………………………………………………………………...5
          D.Pengertian Profesi Keguruan………………………………………………………….5
     E. Pengembangan Profesi Keguruan…………………………………………………..5
          2. Kode Etik Profesi Keguruan……………………………………………………………6
          A. Pengertian  dan Tujuan Kode Etik…………………………………………………..6
          B. Penetapan Kode Etik……………………………………………………………………...7
          C. Pelanggaran Kode Etik…………………………………………………………………...8
          D. Sanksi Pelanggaran Kode Etik………………………………………………………10
     E. Kode Etik Guru Indonesia…………………………………………………………….10
     F. Organisasi Profesional Keguruan………………………………………………….11
II. 2 Cara – cara mengasah otak kanan………………………………………………….12
1.      Ciri – cirri orang yang lebih banyak menggunakan otak kanan…….12
2.      Beberapa cara untuk mengasah otak kanan………………………………..18


BAB III PENUTUP……………………………………………………………………………………21
      III.1Kesimpulan………………………………………………………………………………….21
      III.2 Saran…………………………………………………………………………………………..22

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………….23





















BAB I
PENDAHULUAN

I.I Latar Belakang
            Latar belakang penulis membuat dan menyusun makalah ini disebabkan karena pentingnya  sebagai calon pengajar yakni seorang yang berprofesi sebagai guru maka seharusnya mengetahui apa itu sebenarnya profesi dan kode Etik Keguruan.  Agar dapat menjadi guru yang professional dan sesuai dengan aturan – aturan yang di tetapkan. Disamping itu penulis menyusun makalah ini sebagai tugas mata kuliah Profesi Pendidikan.
Profesi merupakan suatu pekerjaan yang dalam melaksanakan tugasnya memerlukan/menuntut keahlian (expertise), menggunakan teknik-teknik ilmiah, serta dedukasi yang tinggi Keahlian diperoleh dari lembaga pendidikan yang khusus diperuntukkan untuk itu dengan kurikulum yang dapat dipertanggungjawabkan.
Kode etik adalah  norma dan asas yang disepakati dan diterima guru-guru di Indonesia sebagai pedoman dan perilaku dalam melaksanakan tugas profesi sebagai pendidik, anggota masyarakat dan warga negara.
Seseorang ingatannya akan lebih bertahan lama jika dalam mengingat menggunakan otak kanan. Untuk dapat mengingat dengan baik perlu melatih otak agar berfungsi dengan optimal. Sayangnya lebih banyak orang menggunakan otak kiri dalam proses mengingat . dalam makalah ini kami menyajikan cara – cara melatih dan mengasah otak kanan agar dapat berfungsi secara optimal dan seimbang dengan otak kiri.
            Oleh karena itu, jioka ingin menyimpan dalam otak kanan informasi harus di ubah menjadi cerita atau gambar. Kaarena otak kanan tidak mengenal tulisan atau angka. Latihan diperlukan agar dapat mengembangkan otak kanan.
I.2 Ruang Lingkup Masalah
Makalah ini menyajikan dan menjelaskan beberapa pokok masalah yaitu :
1.    Profesi Keguruan
2.    Pengertian dan Syarat-syarat Profesi Keguruan
3.    Kode Etik Profesi Keguruan
4.    Kode Etik Guru Indonesia
5.    Studi Kasus Pelanggaran Kode Etik Keguruan
6.    Cara Melatih dan Mengasah otak kanan
I.3 Tujuan dan Manfaat
Tujuan penulis membuat dan menyusun makalah ini adalah sebagai berikut :
a.       Untuk memnuhi tugas dari dosen mata kuliah profesi kependidikan
b.      Sebagai sumber dan bahan pembelajaran
c.       Sebagai sarana dan prasarana untuk mendapatkan informasi tentang profesi kependidikan
Manfaat penulis membuat dan menyusun makalah ini adalah :
a.       Untuk menambah ilmu pengetahuan khususnya tentang profesi kependidikan dan umumnya ilmu – ilmu yang bersifat umum.
b.      Meningkatkan wawsan penulis pada umunya dan pembaca umumnya.



BAB II
PEMBAHASAN

II.1 PROFESI DAN KODE ETIK KEGURUAN
1. Profesi Keguruan
A. Pengertian Profesi
Profesi berasal dari bahasa latin “Proffesio” yang mempunyai dua pengertian yaitu janji/ikrar dan pekerjaan. Profesi adalah suatu pekerjaan yang dalam melaksanakan tugasnya memerlukan/menuntut keahlian, menggunakan teknik-teknik, Berta dedikasi yang tinggi. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma profesui dengan baik.
Pengertian profesi meliputi :
a.     Melayani masyarakat, merupakan karier yang akan dilaksanakan
        sepanjang hayat
b.    Memerlukan bidang ilmu dan keterampilan tertentu diluar          
  jangkauan  khayalan ramai (tidak setiap orang mampu melakukan)
c.     Menggunakan hasil penelitian dan aplikasi dari teori ke praktek .
d.     Memerlukan pelatihan khusus dengan waktu yang panjang.
e.         Terkendali berdasarkan lisensi buku dan atau mempunyai persyaratan masuk.
f.           Otonomi dalam membuat keputusan tentang ruang lingkup kerja
tertentu (tidak diatur oleh orang luar)
g.         Menerima tanggung jawab terhadap keputusan yang diambil dan  untuk kerja yang ditampilkan yang berhubungan dengan layanan yang  diberikan. Mempunyai sekumpulan  unjuk kerja yang baku.
h.          Mempunyai komitmen terhadap jabatan rofessio
i.            Menggunakan administrator untuk memudahkan profesinya
j.            Mempunyai organisasi yang diatur oleh anggota profesi sendiri
k.          Mempunyai asosiasi profesi dan atau kelompok elit untuk mengetahui        dan mengakui keberhasilan anggotanya
l.      Mempunyai kode etik untuk menjelaskan hal-hal yang meragukan
         yang berhubungan dengan layanan yang diberikan
m.         Mempunyai kadar kepercayaan yang tinggi dari rofes dan kepercayaan diri setiap anggotanya
n.           Mempunyai status social dan ekonomi yang tinggi (bila dibandingkan dengan jabatan lain )

B.  Ciri-Ciri atau karakteristik suatu profesi :
a.            Profesi itu memiliki fungsi dan signifikansi sosial bagi masyarakat.
b.           Profesi menuntut keterampilan tertentu yang diperoleh melalui proses pendidikan perguruan tinggi dengan waktu yang cukup lama.
c.            Profesi didukung oleh suatu disiplin ilmu tertentu.
d.           Ada Kode etik yang dijadikan sebagai satu pedoman perilaku anggota berserta sanksi yang jelas dan tegas terhadap pelanggar kode etik tersebut.
e.            sebagai konsekuensi dari layanan dan prestasi yang diberikan kepada masyarakat,maka  anggota profesi secara perseorangan atau kelompok memperoleh imbalan finansial atau material.
f.             Tiap anggota profesi mempunyai kebebasan dalam memberikan judgement terhadap    permasalahan profesi yang dihadapinya.
g.            Dalam prakteknya melayani masyarakat, anggota profesi otonom dan   bebas dari campur tangan orang luar.
h.           Jabatan ini mempunyai prestise yang tinggi.

C. Syarat-syarat Profesi
Khusus untuk jabatan guru, sebenarnya sudah ada yang mencoba menyusunnya. Misalnya National Education Associatiaon (NEA) (1948) menyaratkan profesi sebagai berikut:
a.                   Jabatan yang melibatkam kegiatan intelektual.
b.                  Jabatan yang menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus.
c.                   Jabatan yang memerlukan persiapan profesiaonal yang lama.
d.                  Jabatan yang memerlukan latihan dalam jabatan yang
            bersinambugan.
e.                   Jabatan yang menjanjikan karier hidup dan keanggotaan yang
            permaen
f.                    Jabatan yang menentukan bake (stadarnya) sendiri
g.                   Jabatan yang lebih mementingkan layanan diatas keuntungan pribadi
h.                  Jabatan yang mempuyai organisasi Professional yang kuat dan
            Terjalin erat
   
D. Pengertian Profesi Keguruan
Guru adalah suatu sebutan bagi jabatan, posisi, dan profesi bagi seseorang yang mengabdikan dirinya dalam bidang pendidikan melalui interaksi edukatif secara terpola, formal dan sistematis.
Dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Pasal 1) dinyatakan bahwa Guru adalah pendidikan rofessional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada jalur pendidikan formal, pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah”.

E. Pengembangan Profesi Keguruan
Kegiatan pengembangan profesi adalah kegiatan guru dalam rangka penerapa dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan keterampilan untuk meningkatkan mutu proses pembelajaran dalam rangka menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pendidikan pada umumnya maupun lingkup sekolah pada khususnya.
Tujuan kegiatan pengembangan profesi guru adalah untuk meningkatkan mutu guru agar guru lebih professional dalam pelaksanaan tugas pada bidang pengembangan profesi meliputi kegiatan sebagai berikut :
1.      Melakukan kegiatan karya tulis/karya ilmiah di bidang pendidikan
2.      Membuat alat peraga pelajaran
3.      Menciptakan karya seni
4.      Menemukan teknologi tepat guna di bidang pendidikan.
5.      Mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum.

2. Kode Etik Profesi Keguruan
A. Pengertian dan Tujuan Kode Etik
Pengertian
Menurut Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian jelas menyatakan bahwa “Pegawai Negeri/Sipil mempunyai Kode Etik sebagai pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan di dalam dan di luar kedinasan.” Dalam penjelasan Undang-undang tersebut dinyatakan bahwa dengan adanya Kode Etik ini, pegawai negeri sispil sebagai aparatur Negara, abdi negara, dan abdi masyarakat mempunyai pedoman sikap, tingkah laku, dan perbuatan dalam melaksanakan tugasnya dan dalam pergaulan hidup sehari-hari. Selanjutnya, dalam Kode Etik Pegawai Negeri Sipil itu digariskan pula prinsip-prinsip pokok tentang pelaksanaan tugas dan tanggung jawab pegawai negeri. Dari urai ini dapat kita simpulkan, bahwa kode etik merupakan pedoman sikap, tingkah laku, dan perbuatan di dalam melaksanakan tugas dan dalam hidup sehari-hari.
Dari uraian tersebut kelihatan, bahwa kode etik suatu profesi adalah norma-norma yang harus diindahkan oleh setiap anggota profesi di dalam melaksanakan tugas profesinya dan dalam hidupnya di masyarakat. Norma-norma tersebut berisi petunjuk-petunjuk bagi para anggota profesi tentang bagaimana mereka melaksanakan profesinya dan larangan – larangannya.
Tujuan
1. Untuk menjunjung tinggi martabat profesi
2. Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggotanya
3. Untuk meningkatkan pengabadian para anggota profesi
4. Untuk meningkatkan mutu profesi
5. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi

B. Penetapan Kode Etik
Kode etik hanya dapat ditetapkan oleh suatu organisasi profesi yang berlaku dan mengikat para aggotanya. Penetapan kode etik lazim dilakukan pada suatu kongres organisasi profesi. Dengan demikian, penetapan kode etik tidak boleh dilakukan oleh orang secara perorangan, melainkan harus dilakukan oleh orang-orang yang diutus untuk dan atas nama anggota-anggota yang bukan atau tidak menjadi anggota profesi tersebut. Kode etik suatu profesi hanya akan mempunyai pengaruh yang kuat dalam menegakkan disiplin di kalangan profesi tersebut, jika semua orang yang menjalankan profesi tersebut tergabung (menjadi anggota) dalam organisasi profesi yang bersangkutan.        
Apabila setiap orang yang menjalankan suatu profesi secara otomatis tergabung di dalam suatu organisasi atau ikatan profesional, maka barulah ada jaminan bahwa profesi tersebut dapat dijalankan seccara murni dan baik, karena setiap anggota profesi yang melakukan pelanggaran yang serius terhdap kode etik dapat dikenakan sanksi.

C. Pelanggaran Kode Etik
Pelanggaran kode etik merupakan terjadinya penyimpangan yang dilakukan oleh anggota profesi dari kode etik profesi di mata masyarakat. Penyebabnya adalah :
a.       Idealisme dalam kode etik profesi tidak sejalan dengan fakta yang terjadi di sekitar para professional sehingga harapan terkadang sangat jauh dari kenyataan.
b.      Memungkinkan para profesional untuk berpaling kepada kenyataan dan mengabaikan idealisme kode etik profesi.
Contoh Pelanggaran Kode Etik profesi guru yaitu :
Bersikap masa bodoh dengan organisasi PGRI, Melanggar kode etik profesi guru sehingga merendahkan organisasi PGRI, Tidak mau membantu sesame anggota PGRI dll
Maka solusinya adalah : Sebagai anggota PGRI, guru seharusnya aktif terlibat dalam kegiatan organisasi, Berusaha meningkatkan perjuangan dan pengabdiannya terhadap dunia pendidikan berssama sama dengan komponen bangsa lainnya, dan menjaga martabat PGRI.

Studi Kasus Pelanggaran Kode Etik Guru
Di riau 1.820 Guru wajib kembalikan Tunjangan
30 Januari 2010
Sanksi penurunan pangkat dari IV b ke IV a terhadap 1.820 guru PNS (sebelumnya diberitakan 1.700 guru) di Riau temyata berefek panjang. Selain harus mengembalikan uang tunjangan pangkat selama menjadi golongan IV b, mereka juga dikenakan sankst lanjutan, terhambat untuk segera naik pangkat kembali karena harus memulai proses dari awal. Sementara praktik percaloan pembuatan karya ilmiah untuk kepentingan syarat kenaikan pangkat sudah dilaporkan ke Polda Riau. Jika memang terbukti bersalah dalam pemalsuan dokumen, calo yang hingga saat ini masih diselidiki akan dijatuhi hukuman, termasuk para guru.
BKD Riau Segera Proses
tercatat bahwa ada indikasi 1.820 guru PNS yang memalsukan hasil karya ilmiah dan tandatangan instansi terkait, dalam pengajuan kenaikan pangkat.

Kecurangan Pelaksanaan sertifikasi Guru
KOMPAS.comFenomena kecurangan dalam pelaksanaan Sertifikasi Guru Dalam Jabatan lewat portofolio kian menguak apa yang sesungguhnya telah jadi rahasia umum. Terungkapnya kasus plagiasi 1.700 guru di Riau menunjukkan sebagian kecil dari kecurangan dalam memenuhi portofolio sertifikasi guru.
Dalam lima tahun terakhir (2006-2009), lebih dari 500.000 guru telah diberi sertifikat oleh LPTK yang ditunjuk pemerintah (Kompas, 1/11/2010). Namun, hingga detik ini belum ada kabar menggembirakan adanya peningkatan kinerja guru bersertifikat pendidik itu.

Guru Cabuli Murid
Guru OJahraga di Kampar Riau Cabuli 7 Murid SD
setiap kali  tersangka melakukan pencabulan, para muridnya diminta untuk tidak -nemberitahukan kepada siapapun termasuk orangtuanya. Muridnya diancam distrap saat jam pelajaran olahraga jika berani melaporkan," kata Kapolsek Tapung. Pihak kepolisian dalam kasus pencabulan ini, menjerat dengan UU Perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun kurungan. "Kita menjerat dengan pasal yang terberat, sebab pelakunya justru scorang guru yang semestinya melindungi murid-muridnya," kata .Julian I skandar.

Kasus Pemidanaan Guru Meningkat
Ketua PB PGRI Suhstyo mengatakan, belakangan ini puluhan kasus pemidanaan guru ke pengadilan semakin meningkat. Hal Au terjadi karena upaya guru dalam mendisiplinkan anak didiknya. Dengan dalih melanggar UU no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak pada pasal 54 yang menyebut sekolah merupakan zona bebas kekerasan terhadap anak, guru kerapkalidipidanakan.
PGRI mengimbau agar guru tidak melakukan tindakan kekerasan terhadap siswa. "Guru itu profesi kalau kena kasus ya diselesaikan dulu dengan kode etik melalui dewan kehormatan. Kalau tidak bisa diselesaikan, barn diserahkan kepada pihak yang berwajib,".

C. Sanksi Pelanggaran Kode Etik
Sering ktia jumpai, bahwa ada kalanya negara mencampuri urusan profesi, seingga hal-hal yang semula hanya merupakan kode etik dari suatu profesi tertentu dapat meningkat menjadi peraturan hukum atau undang-undang. Apabila hanya demikian, maka aturan yang mulanya sebagai landasan moral dan pedoman tingkah laku meningkat menjadi aturan yang memberikan sanksi-sanksi hukum yang sifatnya memaksa, baik berupa sanksi perdata maupun sanksi pidana

E. Kode Etik Guru Indonesia
Kode Etik Guru Indonesia dapat dirumuskan sebagai himpunan nilai-nilai dan norma-norma profesi guru yang tersusun dengan baik dan sistematik dalam suatu sistem yang utuh dan bulat. Fungsi Kode Etik Guru Indonesia adalah sebagai landasan moral dan pedoman tingkah laku setiap guru warga PGRI dalam menuunaikan tugas pengabdiannya sebagai guru, baik di dalam maupun di luar sekolah serta dalam kehidupan sehari-hari di masyarkat. Dengan demikian, maka Kode Etik Guru Indonesia merupakan alat yang amat penting untuk pembentukan sikap profesional para anggota profesi keguruan. Sebagaimana halnya dengan profesi lainnya, Kode Etik Guru Indonesia ditetapkan dalam suatu kongres yang dihadiri oleh seluruh utusan Cabang dan Pengurus Daerah PGRI dari seluruh tanah air, pertama dalam Kongres PGRI XVI tahun 1973, dan kemudian disempurnakan dalam Kongres PGRI XVI tahun 1989 juga di Jakarta. Adapun teks Kode Etik Guru Indonesia yang telah disempurnakan tersebut adalah sebagai berikut:
1.    Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia  Indonesia  seutuhnya yang berjiwa Pancasila.
2.  Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran profesional.
3.  Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebaga bahan melakukan bimbingan dan pembinaan.
4. Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yangmenunjang    berhasilnya proses belajar-mengajar.
5.  Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhdap pendidikan
6. Guru secara pribadi dan bersama-sama mengambangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya.
7. Guru memelihara hubungan seprofesi, semangat kekeluargaan, dan kesetiakawanan social
8. Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu  organisasi PGRI  sebagai sarana perjuangan dan pengabdian.
9. Guru melaksanakan segala kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan.

F. Organisasi Profesional Keguruan
Jabatan profesi harus mempunyai wadah untuk meyatukan gerak langkah dan mengendalikan keseluruhan profesi, yakni organisasi profesi. Bagi guru-guru di negara kita,  yaitu PGRI yang didirikan di Surakarta pada tanggal 25 November 1945, sebagai perwujudan aspirasi guru Indonesia dalam mewujudkan cita-cita perjuangan bangsa.
Salah satu tujuan PGRI adalah mempertinggi kesadaran, sikap, mutu, dan kegiatan profesi guru serta meningkatkan kesejahteraan mereka (Basuni, 1986).  Dalam kaitannya dengan perkembangan profesional guru, PGRI sampai saat ini masih mengandalkan pihak pemerintah, misalnya dalam merencanakan dan melakukan program-program penataran guru serta program peningkatan mutu lainnya. Di samping PGRI sebagai satu-satunya organisasi guru-guru sekolah yang diakui pemerintah sampai saat ini, ada organisasi guru yang disebut Musyawarah Guru Mata pelajaran (MGMP) sejenis yang didirikan atas anjuran pejabat-pejabat Departemen Pendidikan Nasional. Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan profesional dari guru dalam kelompoknya masing-masing. Kegiatan-kegiatan dalam kelompok ini diatur dengan jadwal yang cukup baik. Sayangnya, belum ada keterkaitan dan hubungan formal antara kelompok guru-guru dalam MGMP ini dengan PGRI. Selain PGRI, ada lagi organisasi profesional di bidnagn pendidikan yang harus kita ketahui juga yakni Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI), yang saat ini mempunya divisi-divisi antara lain: Ikatan Petugas Bimbingan Indonesia (IPBI), Himpunan Sarjana Administrasi Pendidikan Indonesia (HISAPIN), Himpunan Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia )HSPBI), dan lain-lain. Hubungan formal antara organisasi-organisasi ini dengan PGRI masih belum tampak secara nyata, sehingga belum didapatkan kerja sama yang saling menunjang dan menguntungkan dalam peningkatan mutu anggotanya. Sebagian anggota PGRI yang sarjana mungkin juga menjadi anggota salah satu divisi dari ISPI, tetapi tidak banyak anggota ISPI staf pengajar di LPTK yang juga menjadi anggota PGRI

II.2 CARA MENGASAH OTAK KANAN
1.     Ciri orang yang lebih banyak menggunakan otak kanan
Ø  berpikirnya berfluktuasi/naik turun ( contoh : aku mengerjakan sesuatu  karena aku menyukainya )
Ø  kadang punya ide dan pikiran yang gila-gilaan
Ø  suka menghayal
Ø  pemimpi
Ø  arah pikiran susah ditebak
Ø  punya imajinasi tinggi
Ø  lebih kreatif
Ø  dll pokoknya yang berhubungan dengan aspek artistic n naluri
Ingatan manusias akan lebih bertahan lama jika mengingat dengan otak kanan. Kita harus melengkapi penalaran yang diarahkan oleh otak kiri kita dengan menguasai enam kecerdasan penting yang diarahkan oleh otak kanan kita. Keenam kecerdasan yang dimilik oleh otak kanan kita adalah :

A. Desain
Dilihat dari pengertiannya Desain adalah kecerdasan pikiran yang merupakan sebuah kombinasi antara utility (kegunaan) dan significance (makna) atau dapat dijabarkan desain adalah kegunaan yang memiliki nilai lebih yang ditingkatkan dengan makna yang terkandung
Untuk melatih kemampuan desain kita ada beberapa tips diantaranya:
1. Mulailah kebiasaan Lebih banyak memperhatikan sesuatu yang selama ini sering kita perhatikan seperti jalan,mobil,lukisan,gambar atau bahkan alat-alat rumah tangga seperti sendok,panic atau wajan.
2. Perhatikan plakat, Iklan baliho atau sebuah surat kabar lihat huruf per huruf dan bayangkan apakah anda bisa menciptakannya.
3. Salurkan kejengkelan anda, Carilah sebanyak mungkin barang atau apa saja yang menurut anda desain barang tersebut sangat buruk, tulis dan catat gagasan-gagasan extreme anda.
4. Perbanyak melihat atau mengunjungi majalah-majalah desain atau situs-situs tentang desain.
5. Wujudkan ide Gila anda dengan membuat desain yang jarang atau baru pertama kali  dilihat.
6. Jadilah Orang Pemilih, Pilihlah barang,pakaian,atau apa saja sesuai dengan penilaian anda.

B. Cerita
Untuk mempertajam kecerdasan cerita ada beberapa tips yaitu:
1. Buatlah cerita-cerita singkat dan cerita mini yang terdiri dari 50-100 kata tetapi cerita yang anda buat harus ada awal-tengah dan bagian akhir tentang kisah sehari anda yang dirangkai dengan plot dan sedikit imajenasi anda!
2. Buatlah grup atau komunitas cerita yang bias anda bentuk di jaringan social facebook atau yang lainnya.
3. Ambillah alat rekam dan catat kegiatan-kegiatan yang menarik yang anda jalankan sehari-hari rangkumlah dan buat cerita.
4. Bacalah artikel dan sebuah cerita dengan membaca cepat kalimat-kalimat pembuka tutup artikel atau cerita tersebut tebak sesuai dengan feeling atau imajenasi anda kira-kira gambaran keseluruhan atau inti artikel atau cerita tersebut.
5. Kumpulkan photo atau gambar-gambar yang terdapat pada sebuah cerita dari sebuah majalah. Makna dibalik gambar yang anda lihat dengan menggunakan imajenasi anda akan mempertajam kemampuan anda untuk meningkatkan cerita.

C. Simponi
Simponi adalah suatu kemampuan untuk menggabungkan pecahan-pecahan menjadi satu kesatuan yang berarti dan memiliki makna,ia merupakan kemampuan untuk menggabungkandari pada menganalisis, melihat hubungan antara bidang-bidang yang tidak memiliki hubungan sama sekali,mendeteksi pola-pola umum ketimbang menyampaikan jawaban-jawaban yang kusus,menggabungkan sesuatu yang baru dengan menggabungkan unsure-unsur yang tidak seorangpun berpikir untuk memperbaikinya.
Tips dan cara mengelola dan mempertajam kemampuan kecerdasan simponi
1. Latihanlah Mempelajari segala sesuat dari toko buku, lihat dan baca dengan cara membaca cepat dan pintas atau gunakan waktu untuk melihat-lihat ganbar majalah yang ada di took buku itu kemudian rangkailah bagian demi bagian dalam buku tersebut,kemudian carilah hubungan dengan apa yang menjai pekerjaan dan kegiatan anda
2. Menggambar
3. Buatlah Buku catatan tentang kiasan,kembangkan MQ (Kecerdasan Metaforis) anda dengan menuliskan kiasan-kiasan yang menarik dan mengejutkan yang anda temukan.
4. Ikuti Hubungan-hubungan yang telah dan akan terjalin
5. Cari Soslusi dalam pencarian masalah
6. Ciptakan Papan Inspirasi
7. Carilah literature, buku atau apapun tulisan yang membahas tentang bagaimana berpikiran untuk memproses sebuah music, penciptaan sebuah lukisan, penciptaan sebuah bangunan (hubungan antara satu patung atau ruangan berpola artistic dengan runagn lain).
8. Lakukan Curah gagasan (Brainstorming)
Kumpulkan rekan,partner atau teman yang memiliki visi atau pemikiran yang sama tentang sesuatu.
9. Cari Ruang-ruang Negatif
Ruang negative adalah bagian-bagian dari gambaran besar yang seringkali diabaikan. Karenanya latihlah mata anda (Visualisasi anda) untuk melihatnya.



D. Empati
Empati adalah suatu cara dan kemampuan untuk membayangkan diri anda berada dalam posisi orang lain dan memahami dengan intuisi apa yang dirasakan orang lain. Ia merupakan suatu kemampuan untuk mengalami dan merasakan dari sudut pandang orang lain,ia juga sesuatu yang muncul atau sesuatu yang kita lakukan secara spontan dan ia merupakan suatu tindakan naluriah yang dialakukan dengan ketidak sengajaan
Cara untuk mengasah atau untuk meningkatkan kemampuan ini yaitu :
1. Lakukan Tes terhadap diri anda sendiri
   Para psikologi telah menciptakan cara untuk mengetes seberapa besar kecerdasan empati anda yang terdapat secara gratis di Internet dan tentunya berbahasa inggris. Maka mulailah merancang suatu untuk mengetes empati yang anda miliki diantaranya tes tersebut adalah :
   o Emphaty Quotion (kecerdasan Empati)
   Mengukur EQ anda denagn instrument enam puluh pertanyaan simon baron-cohen, yang akan menentukan apakah anda memiliki “otak perempuan” atau otak laki-laki” juga ukurlah kemampuan sistimatisasi (info lengkap di tiyur.com/dbsd8, untuk info tentang SQ: Tiyur.com/7taj8)
   o Spot the fake smile (identifikasikan senyum yang palsu)
   Untuk membantu mengetahui seberapa pandainya kita melihat sesuatu yang dilakukan secara alami atau sesuatu yang diciptakan secara terpaksa! Carilah gambar-gambar orang tersenyum lihat dan beli penilaian apakah palsu atau tidak serta kemukakan pendapat dan alasan anda terhadap senyum tersebut.
   o Mint In the eyes test (tes pikiran dalam mata)
   Mengukur kemampuan kiat untuk mengidentifikasi ekspresi wajah hanya dari mata seseorang,lakukanlah tes ini dengan teman anda dengan cara mengambil photo seseorang dalam berbagai posisi, tutup wajah tersebut dan sisakan pada bagian mata saja dan tebak apakah ekspresi wajah dari mata photo tersebut, senangkah?susah?tersenyum?atau marah!
2. Dengar Secara diam-diam
3. Mainkan Peran anda sebagai “Kehidupan orang lain”
4. Ber-Empati pada pekerjaan
   Meskipun kita percaya pada apa yang disebut kecerdasan empati akan tetapi asering kali kita gagal mendemonstrasikan kepada setiap orang yang mengelilingi kita
5. Lakukan Pembacaan Pikiran
6. Menjadi Sukarelawan
   Cara hebat untuk mempertajam rasa empati kita adalah dengan mengejar pengalaman sebagai sukarelawan

E. Permainan
Cara untuk meningkatkan kecerdasan ini adalah dengan
1. Carilah kelompok atau kumuniti?kumpulan orang orang yang senang tertawa atau kelompok ketawa.
2. Amati kejadin-kejadian aneh yang anda alami selama sehari,  Cerita humor akan membuat suasana yang tenang dan senang!
3. Bermainlah sebuah Game dan jalani hobby anda
4. Kembalilah ke masa kecil anda
Cara terbaik untuk berhubungan dengan masa kanak-kanak anda yang paling dalam adalah keluar untuk bermain. Cari tempat-tempat yang suasananya mendekati dengan suasana pada saat anda masih kanak-kanak.
6. Ciptakanlah karya humor yang dapat memancing orang lain yang berupa cerita dan gambar!


F. makna
Makna merupakan sesuatu yang erat kaitannya dengan spiritual, arti kebahagian dan perjuangan hidup untuk menggapai suatu tujuan serta perasaan yang memiliki suatu arti tertentu!Makna juga berarti penilaian,kesan yang dikeluarkan oleh diri kita atau orang lain terhadap suatu tindakan kita atau tindakan orang lain.
Cara Untuk meningkatkan atau memngasah kecerdasan ini yaitu :
1. Sesering Mungkin Mengucapkan kata terimakasih
Perasaan-perasaan terimakasih meningkatkan kesejahteraan dan memperdalam perasaan seseorang erhadap makna.
2. Lakukan Tes terhadap 20-10 orang
Tes ini sebenarnya merupakan pendekatan yang cerdas dan memberikan klarifikasi bahwa seseorang yang hidup didunia akan menginginkan kehidupannya bermakna baik bagi diri sendiri maupun bagi masyarakat lainnya.
3. Periksa waktu anda
Buatlah sebuah daftar singkat tentang apakah yang paling penting untuk hidup anda(Orang,aktifitas dan nilai)
4. Persembahkan Hasil kerja anda
Bekerjalah bersungguh-sungguh untuk orang yang kita cintai dan syukurilah apa hasil yang dihasilkannya
5. Bayangkan dan gambarlah diri anda pada usia 90 than
Sehingga pada saat anda sadar akan dapat menakar dan menilai tingkat kehidupan anda yang bermakna atau yang kurang bermakna!!

2.     Beberapa cara mengasah otak Kanan
1.      Membiasakan aktif menjadi kidal (aktif tangan kiri) dan juga kanan
Lakukan tugas dengan tangan non-dominan, jika biasanya dominan tangan kanan maka gunakan tangan kiri (kidal) dan sebaliknya. Contohnya saat menggunakan mouse komputer, menyikat gigi dan mengikat sepatu dengan arah yang berlawanan. Menurut Franklin Institute, jenis latihan ini dapat memperkuat hubungan saraf yang ada dan bahkan membentuk saraf baru.
2.      Bermain puzzle atau teka-teki silang
Teka-teki silang, puzzle, Sudoku dan jenis puzzle lainnya, dapat melatih otak khususnya otak kiri, menurut pusat pelatihan kognitif LearningRx. Tambahkan strategi baru untuk mengefektifkan latihan otak, misalnya memecahkan teka-teki silang dengan tema yang tidak biasa.
3.      Bermain permainan strategi
Permainan strategi seperti catur, monopoli atau game komputer lainnya, akan menggunakan otak kanan yang dapat membantu orang untuk lebih berpikir kreatif.
4.      Ubah rutinitas
Menurut Lawrence Katz, profesor Neurobiologi di Duke University Medical Center, mengubah rutinitas dan cara-cara hidup baru dapat mengaktifkan koneksi otak yang sebelumnya tidak aktif. Latihan yang bisa dilakukan misalnya, mandi dengan mata tertutup atau mengatur ulang kantor atau meja, peganglah  ganggang pintu  dan bukalah dengan tangan kiri, baliklah sebuah tulisan (atas bawah) lalu bacalah tulisan tersebut dari kanan ke kiri.dll
5.      Belajar bahasa asing
Dengan belajar bahasa asing akan mengaktifkan bagian otak yang belum digunakan sejak Anda mulai berbicara. Sebuah studi tahun 2007 di York University di Toronto, menemukan bahwa penggunaan beberapa bahasa dapat meningkatkan suplai darah ke otak untuk menjaga kesehatan koneksi saraf.
6.      Menikmati musik
Selain mendengarkan musik, belajar juga untuk memainkan instrumen musik. Para ahli juga merekomendasikan untuk mengaktifkan dua indera sekaligus, seperti mendengarkan musik dan mencium bunga.
7.      Latihan fisik
Latihan fisik juga dapat meningkatkan kesehatan otak, karena dapat meningkatkan aliran darah ke otak. Menurut Stanford Center on Longevity and the Max Planck Institute for Human Development, latihan fisik dapat meningkatkan perhatian, penalaran dan memori.
8.Melakukan kegiatan yang bersifat seni
BAB III
PENUTUP

III.1 Kesimpulan
Kesimpulan profesi dan kode etik keguruan
Jabatan guru merupakan jabatan profesional, dan sebagai jabatan profesional, pemegangnva harus memenuhi kualifikasi tetentu. Kriteria jabatan profesional antara lain bahwa jabatan hu melibatkan kegiatan intelektual, mempunyai batang tubuh ilmu yang khusus, memerlukan persiapan lama untuk memangkunya, memerlukan latihan dalam jabatan yang bersinambungan merupakan karier hidup dan keanggotaan yang permanen, menentukan bake prilakunya, mementingkan layanan, mempunyai organisasi profesional dan mempunyai kode etik yang ditaati oleh anggotanya.
Dalam, melaksanakan tugas profesinya guru indonesia menyadari sepenuhnya bahwa perlu ditetapkan Kode Etik Guru Indonesia sebagai pedoman bersikap dan berperilaku yang mengejewantah dalam bentuk nilai-nilai moral dan etika dalam jabatan guru sebagai pendidik putera-puteri bangsa.
Kesimpulan cara mengasah otak kanan
        Ingatan akan lebihb bertahan lama jika dalam mengingat menggunakan otak kanan. Untuk dapat mengingat dengan baik perlu melatih otak agar berfungsi dengan optimal. Sayangnya, lebih banyak orang yang menggunakan otak kiri dalam proses mengingat. Otak kiri kebanyakan orang lebih berkenbang tanpa di imbamgi perkembangan otak kanan. Karena otak kiri merupakan   ingatan jangka pendek, maka informasi yang disimpan di otak kiri akan lebih mudah terlupakan. Oleh karena itu, jika ingin menyimpan dalam otak kanan informasi harus di ubah menjadi cerita atau gambar. Karena otak kanan tidak mengenal tulisan atau angka. Latihan di perlukan agar dapat mengembangkan otak kanan.

111.2 Saran
Penulis menyadari bahwa dalam makalah ini masih terdapat kekurangan, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak untuk dapat menyempurnakan makalah ini agar lebih bermanfaat sebagai mana mestinya. Penulis juga berharap Setelah membaca makalah ini mudah-mudahan pembahasannya dapat dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari dan mengembangkanya










DAFTAR PUSTAKA
Ø  Soetjipto dan Raflis Kosasi. 2009. Profesi Keguruan. Jakarta : Rineka Cipta.
Ø  web: www.Ambidextrousmag.com



No comments:

Post a Comment